Tuesday, May 23, 2017

Sunggguh Kejam ! Pacarku Yang Menghamili, Tapi Yang bertanggung Jawab Orang lain

Aku dan pacarku sudah lama saling mengenal  tapi kami baru berpacaran selama lima bulan. Selama lima bulan itu dia kelihatannya sangat menyayangiku. Dia selalu ada untukku saat aku membutuhkannya. Aku kerja dan pulang kerja pun selalu di antar dan di jemput olehnya. Tak ada keraguanpun dalam fikirku tentang dia, yang aku tau dia tulus mencintaiku dan ingin serius terhadapku. Aku pun nyaman terhadapnya. dia selalu buatku tersenyum dengan sikapnya yang konyol dan lucu. Apa lagi kalau aku marah sama dia pasti dia akan melakukan segala cara agak aku memaafkannya dan tidak marah lagi kepadanya. Tapi semua itu hanyalah akal-akalan dia saja agar aku percaya akan cinta tulus darinya, sebenarnya dia sangat kejam dan sangat jahat. Malam itu ada acara pesta ulang tahun temanku, aku dan dia menghadiri acara itu dengan perasaan bahagia, kami disana saling becanda bersama teman-teman kami hingga akhirnya tak terasa sudah larut malam dan aku minta pacarku untuk mengantarkan aku pulang, dia pun mengantarkan aku, tapi di tengah jalan kami mampir disebuah warung untuk membeli minuman karena pacarku merasa kehausan, dan akupun di suguhinya satu botol minuman, tanpa perasaan curiga aku pun meminumnya dengan hati yang tenang. Tak lama kemudian akupun merasa mengantuk sekali dan akupun bilang ingin tidur dipundaknya saat aku diboncengnya, dia meng'iya kannya.

Sunggguh Kejam ! Pacarku Yang Menghamili, Tapi Yang bertanggung Jawab Orang lain
Dan aku pun tak sadar lagi, hingga matahari membangunkanku. Aku pun terbangun dan sangat syok karena aku berada dikamar yang asing untukku dan jelas itu bukan kamarku dan gila nya lagi tubuhku hanya tertutup oleh selimut saja, pakaianku tak ada, akupun menangis dan merasa hidupku sudah hancur siapa yang tega melakukan ini? tiba-tiba pintu kamar terbuka dan datanglah pacarku, dengan tenangnya dia datang menghampiriku menanyakan keadaanku, tanpa bersalah dia memelukku dan bilang kalau dia begitu mencintaiku dan akan menikahiku. Aku hanya bisa menangis dengan hati yang hancur. Dan aku pun pulang. Mamaku bertanya kemana saja kok baru pulang? aku pun berbohong kepada mamaku, aku bilang aku menginap di rumah temanku yang ulang tahun tadi malam. Seharianpun aku dikamar, aku hanya bisa menangis dan aku merasa hidupku sudah hancur gara-gara dia. Semenjak itu pacarku jadi jarang menghubungiku, dan bersikap tidak biasanya. Yang dulu dia selalu ada untukku tapi sekarang sering menghilang entah kemana. Akupun takut, gimana kalau gara-gara kejadian itu aku hamil sedangkan pacarku menjahuiku? Tiga bulan berlalu, aku pun tak merasakan adanya datang bulan selama 2 bulan, aku pun beli Tes pack untuk mengecek, tapi apa yang aku takutkan terjadi, dua garis merah muncul di tes pack itu, aku pun lemas dan hanya bisa menangis. Oh Tuhan maafkan aku, aku tak bisa menjaga diriku... Dan aku pun memberanikan diri untuk bicara dengan mamaku karena aku hanya punya mama yang selalu ada untukku karena ayahku sudah lama meninggal, mamaku menangis saat mendengarnya dan mamaku bicara ke saudara ku untuk maminta tolong agar mau di ajak ke rumah pacarku untuk meminta pertanggung jawaban. Mama da saudaraku pun datang kerumah nya tapi apa yang dia katakan, dia mengaku bahwa dia tak pernah meniduriku dia tak pernah melakukan hubungan itu dan parahnya lagi dia bilang bahwa aku dan dia sudah tak ada hubungan apap-apa lagi. Dan dia tak mau bertanggung jawab atas kehamilanku. Mendengar hal itu aku semakin tak berdaya, aku tak tau harus berbuat apa, kalau aku hilangkan anak ini aku tak tega  tapi kalau aku biarkan anak ini berkembang terus gimana kata orang nanti. Au sempat ingin mengakhiri hidupku dengan meminum racun, tapi datanglah sahabatku, dia bernama Rio dia adalah sahabatku sejak kecil. Dia datang menenangkannku dan memberiku semangat. Dengan rebdah hati dia tiba-tiba bilang ke padaku kalau ingin menikahiku. Aku kaget saat dia mengungkapkan kata-katanya itu, aku pun menangis dan memeluknya, dia berkata kepadaku, dia akan jaga aku dan anak yang aku kandung. Rio tidak saja hanya bilang kepada ku tapi bilang kepada mamaku, dan aku pun bersyukur karena masih ada orang yang begitu menyayangiku dengan tulus dan aku akan berjanji, aku akan belajar mencintai Rio dengan sepenuh hatiku. Aku dan Rio pun melangsungkan pernikahan dan kami pun dapat bahagia.

Nah sahabat, dengan ilustrasi di atas kita harus peka terhadap orang yang mendekati kita, kita boleh percaya pada orang lain tapi harus tetap waspada dan harus bisa menjaga diri dengan baik. Karena suatu kesalahan dapat menghancurkan hidup kita.


EmoticonEmoticon